Rabu, 06 Maret 2013

macam-macam batuan metamorf


KELOMPOK 5 :
MUH. FAISAL ADDI
TRI NURHIDAYAH
FAUZIAH NURAINI
ANNISA HARDIANTI YUNUS
AULIFA ANDINI PUTRI
JABAL AL TARIK
ALEXANDER KONDO
Berikut ini adalah gambar macam-macam batuan metamorf dengan klasifikasinya :
1. Slate

Slatycleavage (sabak)
Slate merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen Shale atau Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang rendah. Memiliki struktur foliasi (slaty cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang sangat halus (very fine grained).
Asal                               : Metamorfisme Shale dan Mudstone
Warna                            : Abu-abu, hitam, hijau, merah
Ukuran butir                    : Very fine grained
Struktur                          : Foliated (Slaty Cleavage)
Komposisi                       :  Quartz, Muscovite, Illite
Derajat metamorfisme    : rendah
Ciri khas                       : mudah membelah menjadi lembaran tipis.
tekstur :

Kegunaan dan manfaat batu Sabak atau batu Slate
batu sabak atau batu slate banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Slate terbagi menjadi beberapa lapisan tipis dengan permukaan yang halus dengan warna yang tergantung pada kandungan mineralnya. Slate telah digunakan dalam konstruksi selama ratusan tahun dalam aplikasi yang beragam sebagai atap untuk paving, dan Walling untuk dekorasi taman.  Slate juga dapat di manfaatkan sebagai batu asahan




2. Filit

Filitik ( filit)
Merupakan batuan metamorf yang umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica dan klorit. Terbentuk dari kelanjutan proses metamorfosisme dari Slate.
Asal                               : Metamorfisme Shale
Warna                            : Merah, kehijauan
Ukuran butir                    : Halus
Struktur                          : Foliated (Slaty-Schistose)
Komposisi                       : Mika, kuarsa
Derajat metamorfisme      : Rendah – Intermediate
Ciri khas                         : Membelah mengikuti permukaan gelombang
tekstur :  

Kegunaan dan manfaat Batu Filit / Filitik
Keguanaan dan manfaat batu filit antara lain adalah sebagai bahan isolator/isolasi elektrik dan bahan bangunan. Batu filik merupakan bahan isolator yang baik dan tahan terhadap api. Sebagai bahan bangunan, biasanya batu filitik di gunakan sebagau bahan interior dan exterior untuk lantai dan dinding serta untuk  bahan atap.

3. Gneiss




Gneissa (gneiss)
Merupakan batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam temperatur dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan foliasi dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole.
Asal                               : Metamorfisme regional siltstone, shale, granit
Warna                            : Abu-abu
Ukuran butir                    : Medium – Coarse grained
Struktur                          : Foliated (Gneissic)
Komposisi                       : Kuarsa, feldspar, amphibole, mika
Derajat metamorfisme      : Tinggi
Ciri khas                        : Kuarsa dan feldspar nampak berselang-seling dengan lapisan                                          tipis kaya amphibole dan mika
tekstur : berbutir kasar

Kegunaan dan manfaat batuan Gneiss – Genes
Batu Gneiss atau genes banyak digunakan dan manfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti asbak, jambangan bunga dan patung.

4. Sekis
 
Skistosa (sekis)
Schist (sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit, horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap.
Asal                               : Metamorfisme siltstone, shale, basalt
Warna                            : Hitam, hijau, ungu
Ukuran butir                    : Fine – Medium Coarse
Struktur                          : Foliated (Schistose)
Komposisi                       : Mika, grafit, hornblende
Derajat metamorfisme      : Intermediate – Tinggi
Ciri khas                         : Foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat                                            kristal garnet
 tekstur : berbutir kasar
Kegunaan dan manfaat batu Sekis – Schist antara lain adalah sebagai sumber mika yang utama. Mika ini merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika

5. Marmer

Marble (marmer)
Terbentuk ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami perubahan dan rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi.
Asal                            : Metamorfisme batu gamping, dolostone
Warna                         : Bervariasi
Ukuran butir                 : Medium – Coarse Grained
Struktur                       : Non foliasi
Komposisi                    : Kalsit atau Dolomit
Derajat metamorfisme   : Rendah – Tinggi
Ciri khas                 : Tekstur berupa butiran seperti gula,  terkadang                                                terdapat fosil, bereaksi dengan HCl.
Tekstur : granoblastik
Batu marmer biasanya digunakan untuk membuat meja, papan nama, batu nisa, pelapis dinding bangungan dan lantai. Harga batu marmer lebih mahal dari jenis batu lainnya dan biasanya harga berbanding lurus dengan kualitas marmer itu sendiri.


6. Kuarsit

quartzite (kuarsit)
Adalah salah satu batuan metamorf yang keras dan kuat. Terbentuk ketika batupasir (sandstone) mendapat tekanan dan temperatur yang tinggi. Ketika batupasir bermetamorfosis menjadi kuarsit, butir-butir kuarsa mengalami rekristalisasi, dan biasanya tekstur dan struktur asal pada batupasir terhapus oleh proses metamorfosis .
Asal                               : Metamorfisme sandstone (batupasir)
Warna                            : Abu-abu, kekuningan, cokelat, merah
Ukuran butir                    : Medium coarse
Struktur                          : Non foliasi
Komposisi                       : Kuarsa
Derajat metamorfisme      : Intermediate – Tinggi
Ciri khas                         : Lebih keras dibanding glass
Tekstur : granoblastik

Kegunaan atau manfaat
Batu kuarsa dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain;
1. Batu bola kristal kuarsa digunakan untuk memprediksi masa depan oleh para peramal.
2. Batu bola kristal kuarsa yang digunakan sebagai jimat dipercayai dihuni oleh roh-roh yang dikasih makan secara rutin dengan digosoknya dengan darah darah rusa.
3. Digunakan untuk menyimpan informasi yang dimana bisa diakses dengan memegang batu tersebut.
4. Digunakan untuk menyembuhkan penyakit, dan dapat juga membantu meningkatkan keseimbangan dan keharmonisan rumah tangga.
5. Memberi kebahagiaan, harapan dan optimisme.
6. Batu kuarsa juga digunakan untuk membantu menjalankan projek astral dan batu ini dipercayai mempunyai koneksi erat antara dimensi fisik dan dimensi pikiran.

7. Milonit

Milonitik (milonit)
Milonit merupakan batuan metamorf kompak. Terbentuk oleh rekristalisasi dinamis mineral-mineral pokok yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan. Butir-butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose.
Asal                             : Metamorfisme dinamik
Warna                          : Abu-abu, kehitaman, coklat, biru
Ukuran butir                  : Fine grained
Struktur                        : Non foliasi
Komposisi                    : Kemungkinan berbeda untuk setiap batuan
Derajat metamorfisme   : Tinggi
Ciri khas                      : Dapat dibelah-belah
tekstur : granoblastik, poikiloblastik, dengan tekstur mosaik

8. Filonit



Filonit
Merupakan batuan metamorf dengan derajat metamorfisme lebih tinggi dari Slate. Umumnya terbentuk dari proses metamorfisme Shale dan Mudstone. Filonit mirip dengan milonit, namun memiliki ukuran butiran yang lebih kasar dibanding milonit dan tidak memiliki orientasi. Selain itu, filonit merupakan milonit yang kaya akan filosilikat (klorit atau mika)
Asal                              : Metamorfisme Shale, Mudstone
Warna                           : Abu-abu, coklat, hijau, biru, kehitaman
Ukuran butir                   : Medium – Coarse grained
Struktur                         : Non foliasi
Komposisi                      : Beragam (kuarsa, mika, dll)
Derajat metamorfisme     : Tinggi
Ciri khas                        : Permukaan terlihat berkilau
tekstur : berbutir halus sekali


9. Serpetinit
 
Serpentinit
Serpentinit, batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah proses proses metamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan ter-hidrolize dengan air menjadi serpentinit.

Asal                 : Batuan beku basa
Warna              : Hijau terang / gelap
Ukuran butir     : Medium grained
Struktur           : Non foliasi
Komposisi        : Serpentine
Ciri khas          : Kilap berminyak dan lebih keras dibanding kuku jari
10. Hornfels
 
Hornfelsik (hornfels)
Hornfels terbentuk ketika shale dan claystone mengalami metamorfosis oleh temperatur dan intrusi beku, terbentuk di dekat dengan sumber panas seperti dapur magma, dike, sil. Hornfels bersifat padat tanpa foliasi.
Asal                            : Metamorfisme kontak shale dan claystone
Warna                         : Abu-abu, biru kehitaman, hitam
Ukuran butir                 : Fine grained
Struktur                       : Non foliasi
Komposisi                    : Kuarsa, mika
Derajat metamorfisme   : Metamorfisme kontak
Ciri khas                      : Lebih keras dari pada glass, 
tekstur  : merata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar